NASKAH PODCAST KEL. 6
NASKAH POSCAST KELOMPOK 6
Judul : Talking
about friendship
Tema : Persahabatan
Jumlah pemeran : 5 (2 MC Azarine, Rania. 3 narasumber Safa,
Shakila, Najya).
Naskah Podcast (dialog)
Pemeran 1 : MC Azarine
MC : “Assamualaikum halo guys, gimana kabar
kalian hari ini? Semoga tetap sehat di era pandemic ini. Salam kenal Aku
Azarine, ( ……………..). Dalam segment
Talking about friendship. Di
podcast kali ini kita akan ngobrol santai tentang persahabatan.”
MC (Rania) : “Dan aku Rania.”
MC : “Talking about friendship.”
MC (Rania) : “Kali
ini kita ditemani oleh 3 narasumber.”
“Boleh memperkenalkan diri terlebih
dahulu?.”
Safa : “Hai! Aku Safa.”
Shakila : “Aku Shakila.”
Najya : “Dan
aku Najya.”
MC (Arin) : “Gimana
nih kabarnya?”
Narsum :
“Alhamdulliah baik”
MC (Arin) : “Oke.
Berbicara tentang persahabatan, aku mau tahu tentang sesuatu nih. Menurut
pendapat kalian persahabatan itu apa sih?”
Safa :
“Persahabatan menurut aku itu sebuah pertemanan yang bisa membuat kita nyaman satu
sama lain.”
Shakila : “Menurut aku juga, persahabatan itu yang
selalu mendukung satu sama lain.”
MC (Rania) : “Menurut
Najya gimana?”
Najya : “Kalo menurut aku sih, persahabatan itu
saling memahami satu sama lain dan
tanpa mengharapkan imbalan apa pun.”
MC (Arin) : “Berarti masing-masing dari kalian punya
jawaban sendiri ya tentang apa sih itu persahabatan.”
MC (Rania) : “Kalo gitu gimana sih cara
kalian mempererat
persahabatan?”
Najya : “Kalo mempererat persahabatan biasanya sih kita saling
bertukar cerita, atau kadang juga suka hang out bareng gitu.”
MC (Rania) :“Kalo Safa sama Shakila kayak gimana?”
Safa : “Kalo aku kurang lebih sama kayak Najya sih sering
keluar bareng teman gitu.”
Shakila : “Kalo aku sih.. lebih keperasaan mengerti satu sama
lain. Terus juga kalo lagi butuh bantuan
selalu ada dan siap untuk membantu gitu lho.”
MC (Arin) : “Nah kalo ini kan dari sisi eratnya. Biasanya persahabatan
itu kan nggak mungkin terus-menerus
berjalan dengan baik, pasti ada aja perselisihan Di situ. Ngomong-ngomong soal
perselisihan, gimana sih cara kalian menyelesaikan masalah dengan sahabat
kalian?”
Safa : “Perselisihan yang terjadi itu biasanya karena salah satu
dari kita gak mau terbuka dan bahkan egois. Jadi, menurut aku cara
menyelesaikan masalah dengan baik kita mau terbuka dan saling mengerti satu
sama lain.”
Najya : “Iyaa bener-bener. Kadang juga perselisihan itu terjadi karena kita nggak
bisa menjaga perasaan sahabat kita gitu lho. Maka dari itu jika sedang ada
perselisihan kita harus membicarakannya baik-baik dan saling menerima pendapat.”
Shakila : “Setuju-setuju.”
MC (Arin) :
“MasyaAllah jawabannya keren sekali ya!”
MC (Rania) : “Iya jawaban yang sangat menarik ya untuk
sebuah konflik dalam persahabatan."
MC (Rania) : “Dalam islam juga pasti ada pelajaran
tentang persahabtan atau yang biasa disebut ukhuwah, apalagi di zaman Nabi
MasyaAllah keren-keren sekali kisah persahabatannya. Kita mau tanya nih, kalian punya nggak Sih
kisah favorit tentang persahabatan dalam islam yang membuat kalian terinspirasi
atau kagum sama kisahnya?”
MC (Arin) : “Iya kira-kira ada enggak?”
Safa : “Aku punya nih kisah persahabatan yang membuat Rasulullah menangis,
kisah Abu Dujanah.”
“ Jadi Rasulullah itu negur Abu Dujanah, karena setiap selesai
sholat subuh berjamaah Abu Dujanah nggak pernah gitu nunggu pembacaan doa yang
dipanjatkan Rasulullah sampai selesai.”
“Terus Abu Dujanah ini
ditanya sama Rasulullah, ‘Hai, apakah kamu ini tidak punya permintaan yang
perlu kamu sampaikan pada Allah SWT sehingga kamu tidak pernah menungguku
selesai berdoa. Kenapa kamu buru-buru pulang begitu? Ada apa?’”
“Si Abu Dujanah jawab ‘Ya
Rasulullah, kami punya satu alasan,’”
" ‘Apa alasanmu? Coba
kamu utarakan!’ perintah Nabi.”
“Terus Abu Dujanah cerita
‘Begini. Rumah kami berdampingan persis dengan rumah seorang laki-laki. Nah, di
atas pekarangan rumah milik tetangga kami ini, terdapat satu pohon kurma
menjulang, dahannya menjuntai ke rumah kami. Setiap kali ada angin bertiup di
malam hari, kurma-kurma tetanggaku tersebut saling berjatuhan, mendarat di
rumah kami.’”
“ ‘Ya Rasul, kami keluarga
orang yang tak berpunya. Anakku sering kelaparan, kurang makan. Saat anak-anak
kami bangun, apa pun yang didapat, mereka makan. Oleh karena itu, setelah
selesai salat, kami bergegas segera pulang sebelum anak-anak kami tersebut
terbangun dari tidurnya. Kami kumpulkan kurma-kurma milik tetangga kami
tersebut yang berceceran di rumah, lalu kami haturkan kepada pemiliknya.’”
“Suatu hari pernah Abu Dujanah ini
pulang nya terlambat. Nah anak nya bangun, terus dia lihat kurma tetangga nya
yang jatuh dari pohonnya terus dimakan sama anaknya."
MC (Arin) : “Wah
terus gimana tuh?"
Safa
: “Nah terus, beliau dan istrinya mengeluarkan kurma tersebut dari mulut
anaknya.”
“Abu Dujanah nggak pernah membiarkan
anaknya memakan kurma milik orang lain. Karena dia nggak mau makanan haram itu
menyebabkan keluarganya mendapatkan siksaan pedih di akhirat kelak.”
“Kami katakan, ‘Nak, janganlah kau
permalukan ayahmu ini di akhirat kelak.’ Anakku menangis, kedua pasang kelopak
matanya mengalirkan air karena sangat kelaparan. Wahai Baginda Nabi, kami
katakan kembali kepada anakku itu, ‘Hingga nyawamu lepas pun, aku tidak akan
rela meninggalkan harta haram dalam perutmu. Seluruh isi perut yang haram itu,
akan aku keluarkan dan akan aku kembalikan bersama kurma-kurma yang lain kepada
pemiliknya yang berhak’.”
“Dari situ pandangan mata Rasulullah
langsung berkaca-kaca mendengar pengakuan Abu Dujanah. Terus Rasulullah cari
tau siapa pemilik pohon kurma yang dimaksud sama Abu Dujanah. Terus Abu Dujanah
ini jelasin kalau pohon kurma itu milik seorang laki-laki munafik.”
“Terus Rasulullah bilang ‘Bisakah tidak
jika aku minta kamu menjual pohon kurma yang kamu miliki itu? Aku akan
membelinya dengan sepuluh kali lipat dari pohon kurma itu sendiri. Pohonnya
terbuat dari batu zamrud berwarna biru. Disirami dengan emas merah, tangkainya
dari mutiara putih. Di situ tersedia bidadari yang cantik jelita sesuai dengan
hitungan buah kurma yang ada.’”
“Terus pria munafik itu Jawab dengan
tegas bilang ‘Saya tak pernah berdagang dengan memakai sistem jatuh tempo. Saya
tidak mau menjual apa pun kecuali dengan uang kontan dan tidak pakai janji
kapan-kapan.’”
“ Tiba-tiba, Abu Bakar datang.
Beliau langsung kayak negasin gitu,
untuk melunasi pembayaran pohon kurma tersebut.”
“Terus Abu Bakar bilang ‘Ya sudah, aku
beli dengan sepuluh kali lipat dari tumbuhan kurma milik Pak Fulan yang
varietasnya tidak ada di kota ini (yang lebih bagus jenisnya).’”
“ Pria munafik itu terlihat sangat
kegirangan. Dia akhirnya menyerahkan pohon kurma kepada Abu Bakar. kemudian,
Abu Bakar menyerahkan pohon kurma tersebut kepada Abu Dujanah.”
“Rasulullah kemudian bersabda, ‘Hai Abu
Bakar, aku yang menanggung gantinya untukmu.’”
“Mendengar sabda Nabi ini, Abu Bakar
bergembira bukan main. Begitu pula Abu Dujanah. Sedangkan si munafik berlalu.
Dia berjalan mendatangi istrinya, lalu menyampaikan kisah yang baru aja
terjadi.”
“Orang
munafik itu bilang ‘Aku telah mendapat untung banyak hari ini. Aku dapat
sepuluh pohon kurma yang lebih bagus. Padahal kurma yang aku jual itu masih
tetap berada di pekarangan rumahku. Aku tetap yang akan memakannya lebih dahulu
dan buah-buahnya pun tidak akan pernah aku berikan kepada tetangga kita itu
sedikit pun.’”
“Malemnya, si munafik tidur pulas banget gitu kan. Keesokan harinya dia bangun dan melihat pohon kurma sudah berpindah posisi, kini berdiri di atas tanah milik Abu Dujanah. Seolah-olah kayak nggak pernah sekalipun keliatan pohon tersebut tumbuh di atas tanah si munafik. Tempat asal pohon itu tumbuh, rata dengan tanah. Terus si munafik bingung gitu, kok bisa sih?”
MC (Arin) : “Kebingungan ya dianya haha. Oke.
Kira-kira ada nggak nih yang bisa ngambil hikmah dari kisahnya Safa?”
Najya : “Hikmah yang aku tangkap dari
kisahnya Abu Dujanah sih, kita sebagai umat muslim harus saling tolong menolong
apalagi sesama saudara umat muslim. Dari kisah Abu Dujanah ini, kita bisa
belajar bahwa kita, sebagai sahabat yang baik sudah seharusnya menolong sahabat
kita yang sedang kesusahan.”
MC (Rania) : “Wah dari kisahnya Abu Dujanah ini kita
bisa mengambil banyak sekali hikmah ya. Shakila, kira-kira ada nggak nih kisah
yang ingin diceritakan?”
Shakila : “Kalo aku punya kisah dari Abu
Darda sahabat Nabi yang ahli hikmah. Jadi, Abu Darda ini punya
nama asli Uwaimir bin Malik. Sebelum memeluk agama Islam, Abu Darda ini adalah
seorang yang terkenal menyembah berhala. Dia bahkan memberikan berhala-berhala
itu pakaian yang bagus terus dikasih kayak parfum-parfum mahal gitu."
“Suatu hari,
saudaranya Abdullah bin Rawahah datang untuk merusak dan membuang berhala itu.
Melihat berhalanya hilang, Abu Darda pasti marah dong. Terus, Abu Darda ini ingin
membalas tindakannya si Abdullah.”
“Singkat cerita, Abu
Darda ini tersadar dan langsung mendapat hidayah dari Allah SWT. Karena dia
menyadari berhala itu gak mampu untuk membelanya dan menolongnya dari Abdullah.
Dia pun langsung beriman gitu kepada Allah dan menjadi pengikut Rasulullah.”
“Dalam menegakkan kebenaran, Abu Darda
sama sekali gak pernah membenci seseorang. Baginya, setiap orang itu
bersaudara.”
“Pernah suatu ketika
Abu Darda bertemu dengan seorang laki-laki yang berdosa. “Aku hanya benci
perbuatannya. Jika dia meninggalkan perbuatan itu, dia adalah saudaraku,” kata
Abu Darda.
MC
(Rania) : “Dari kisahnya Shakila tadi,
kita bisa mengambil hikmah bahwa kita sesekali harus meninggalkan sesuatu yang
nggak baik untuk hal yang lebih baik.”
MC (Arin) : “Baik. ceritanya bagus-bagus dan
sangat menginspirasi ya.. interview
kali ini berkesan banget! Apalagi topiknya tentang persahabatan, pastinya
menarik banget buat dibahas. Engga kerasa kita udah Di akhir segment. Kira-kira ada gak yang mau disampein
dari para narasumber?”
Safa : “kalo aku sih nggak ada. Mungkin
Shakila atau Najya mau ada yang disampaikan?”
Shakila : “Makasih udah di undang untuk hadir di
podcast kali ini. Seru banget tadi, kita jadi bisa ngobrol-ngobrol santai dan
bertukar pendapat juga.”
MC (Rania) : “Kalo dari Najya sendiri ada yang mau
disampaikan?”
Najya : “Ada nih, Aku punya kalimat yang bagus
tentang persahabatan. ‘Sahabat itu bagaikan sayap kupu-kupu yang sangat indah
tapi mudah sekali untuk terluka, maka jangan sekali-kali kamu menyakiti sahabat
kamu sendiri karena dia akan lebih merasa tersakiti sebab kita adalah orang
yang dia percaya.’”
MC (Rania) : “Asekk bagus banget nih kata-katanya!
Baik, Terima Kasih udah ikut serta dalam podcast kali ini. See you, on the next podcast!”
MC (Arin) : “On the next podcast!”
Komentar
Posting Komentar